Tampilkan postingan dengan label berita film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita film. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2019

Terbaru 2020 - Film Dua Garis Biru, Antara Kontroversi dan Strategi

Teknologi Terbaru


Film Dua Garis Biru bulan Juli sedang ramai dibicarakan. Film yang mengangkat seputar remaja ini menuai kontroversi karena konten yang dibawanya dianggap kurang baik untuk generasi muda. Meski begitu, film ini secara strategi sukses bercokol dibanyak teater di Semarang.

Ini menarik untuk dibahas. Kami akan mengambil pengalaman penonton di Semarang yang begitu unik, terutama dalam jumlah bioskop yang menayangkan film Indonesia. Tidak mudah sebuah film tayang di Semarang, bahkan untuk karya yang membawa konten paling menarik pun.

Ramai jadi perbincangan 

Apalagi bukan media sosial asal muasalnya saat ini yang banyak orang sering berbicara tentang opininya. Film Dua Garis Biru yang rilis 11 Juli 2019 ini benar-benar menarik bagi netizen.

Beberapa opini yang jadi bahan pembicaraan adalah tentang usia remaja yang masih bersekolah sudah melakukan hubungan. Meski tujuan filmnya menurut kami ini baik dari sisi edukasi, tetap saja selalu ada perdebatan.

Tambah bioskop


Ditengah kontroversi film, kami tidak ingin banyak berbicara di sana. Kami ingin melihat film yang dibintangi Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara ini pertama rilis di bioskop, khususnya Semarang, hanya mampu mendapatkan 3 bioskop.

Hari pertama, film berdurasi 113 menit tayang normal. Hari kedua, tambah bioskop. Awalnya hanya tayang di bioskop Java, DP dan Transmart. Namun berikutnya, tayang di DP Mall dengan jumlah 2 studio. Rata-rata hari pertama cuma 1 studio atau teater.

Hari ketiga, kejutan lagi. Tambah lagi di bioskop Citra dengan 2 studio. Total bioskop yang memutar ada 5 bioskop, minus tanpa bioskop Eplaza. Sudah lebih dari sepekan dari tanggal rilis, film ini masih mendapatkan 2 studio dibeberapa bioskop.

Strategi film

Gambar-gambar dari Instagram @duagarisbirufilm

Salah satu strategi film yang umum dilakukan saat ini adalah road show ke kota-kota dengan membawa beberapa pemainnya. Film Dua Garis Biru melakukannya dengan mampir ke Kota Semarang hari kedua filmnya tayang.

Namun yang kami soroti dari sisi strategi film adalah dampak kontroversi yang tanpa sengaja membuat film ini ramai dibicarakan. Dan itu sukses menurut kami bila berbicara jumlah bioskop.

Opini yang dibangun memang terkesan negatif, meski tujuan film sebenarnya memiliki sesuatu yang baik. Dan opini tersebut tanpa sadar membuat rasa penasaran yang akhirnya menjadi ramai.
...

Hingga tulisan ini dibuat, film Dua Garis Biru sudah mencapai 1,7 juta penonton selama 11 hari pemutarannya. Menarik, bukan. Apa yang netizen bicarakan, baik kontroversi atau pun hal baik pada film, membuat penulis merangkap sutradara, yaitu Ginatri S. Noer berhasil menterjemahkan film dari sisi jumlah penonton.

Kira-kira, ada film apa lagi yang menarik untuk dibahas bulan Agustus? Ikuti Kofindo, yah.

Artikel terkait :
Klik gambar

Minggu, 07 Juli 2019

Terbaru 2020 - Anak Muda Palsu, Film Keempat yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Makassar kembali menghadirkan karya mereka di bulan Juli, meski itu tayang terbatas. Dan ini berarti film kedua yang tidak tayang di Semarang setelah sebelumnya ada film Suporter Masuk Pesantren yang tidak tayang di bulan Maret.

Film garapan rumah produksi Finisia Production ini bila dilihat dari video trailer-nya sebenarnya sangat baik dari sisi gambar. Apalagi tema mahasiswa yang dipadukan cerita komedi.

Dirilis tanggal 4 Juli, film garapan sutradara Ihdar Nur hanya ditayangkan di 12 Kota versi situs Cinema 21. Dan Semarang terlewati. Bahkan bioskop Cinemaxx pun tak ambil bagian dalam pemutaran.

Sinopsis

Tentang film ini bisa kamu lihat di akun Facebook Kofindo atau di bawah ini. Pada intinya beberapa mahasiswa akhir yang galau. Kekuatan persahabatan dan cinta plus bumbu komedi menjadi sesuatu yang menarik tentunya.


Video trailer



Daftar film yang tidak tayang di Semarang
  1. Film Ambu, Film Ketiga yang Tidak Tayang
  2. Sukep The Movie, Film Kedua yang Tidak Tayang
  3. Film Suporter Masuk Pesantren Tidak Tayang di Semarang
..

Hingga pertengahan tahun 2019, film yang diproduksi sineas Makassar masih belum menembus bioskop Semarang. Itu tidak penting, yang lebih penting adalah terus berkarya dan produktif membuat film.

Ada wajah baru yang masuk tahun ini ke bioskop tanah air. Sineas Pontianak berhasil menembus beberapa kota lewat salah satu karyanya, yakni film Sukep. Meski tidak tayang di Semarang, kabar baik ini tentu dapat memotivasi rumah produksi lainnya untuk membuat film yang tayang di bioskop.

Artikel terkait :

Selasa, 18 Juni 2019

Terbaru 2020 - Gala Premire di Semarang, Film Say I Love You Bawa 3 Pemain Sapa Penonton

Teknologi Terbaru


Ketiga pemain film Say I Love You (Say ILY) yang datang ke Semarang adalah Dinda Hauw, Alvaro Maldini dan Teuku Rizky. Mereka sangat antusias menyapa penonton yang sudah meluangkan waktu menunggu mereka.

Hari ini, maksud kami hari Minggu sore (16/6), kami mendapatkan konten ekslusif. Sebelum menyapa penonton yang sudah menunggu di bioskop Cinemaxx Semarang, para pemain film menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atau bahasanya konferensi pers.

Cerita tentang karakter dan SMU Selamat Pagi Indonesia

Mungkin kisah tentang SMU Selamat Pagi Indonesia (SPI) sebagian orang sudah mendengarnya. Sekolah yang awalnya hanya dikenal sebagai Sekolah 'kandang ayam', kini menjelma menjadi sekolah kewirausahaan yang sukses.


Film ini berusaha mengangkat Sekolah SPI dengan berbagai cerita yang menginspirasi di dalamnya. Apalagi kisah sekolah ini pernah hadir diprogram televisi seperti Kick Andy dan Hitam Putih.

Rizky yang berperan sebagai Ridwan paling antusias bercerita tentang karakter dan film yang disutradarai oleh Faozan Rizal. Bagaimana pertemuannya dengan tokoh asli dan Sekolah yang tidak memungut biaya kepada murid-murid yang datang dari kalangan tidak mampu


"Kami yang ada di film ini, bukan hanya bercerita tentang cinta-cintaan remaja. Kami ingin memberitahu kepada penonton bahwa ada Sekolah SPI ini di Indonesia.

Isinya adalah sekolah yang mempunyai anak-anak luar biasa yang tadi bukan siapa-siapa, terus sekarang anak-anak itu sudah memiliki bisnis sendiri dan sudah sukses."

Pesannya dalam film ini adalah tentang pembuktian dan perjuangan, kita boleh terlahir bukan siapa-siapa, kita boleh lahir dengan kondisi keluarga yang tidak kita inginkan, tapi pada akhirnya kita bisa menjadi orang yang sukses.


Aldi yang dalam film berperan sebagai Robet, cowok tengil dan selalu bikin masalah di Sekolah, saat sesi wawancara rasanya karakternya dalam film masih terbawa. Diantara ketiganya, ia terlihat paling mencolok.

Ia bercerita tentang caranya mendalami karakter untuk kisah perjuangan cintanya dengan Sheren (Dinda Hauw). Keduanya kompak mentasbihkan diri sebagai adik kakak saat di luar syuting agar kedekatan mereka dapat lebih natural dalam film.

Tidak ikut nonton film

Kami sedikit terkejut saat tidak menyadari bahwa bagian kami untuk masuk ke dalam bioskop agar dapat ulasan film ternyata tidak ada. Kami pikir akan sama seperti yang lain, setelah ekslusif wawancara dapat ikut nonton.


Tentu saja kami pasrah, apalagi melihat antusias penonton yang begitu tinggi. Tim film menyebutkan dalam sesi meet & greet bahwa dua bioskop yang diberi jatah oleh pihak bioskop semuanya ludes, alias terisi penuh. Mungkin pesona CJR masih tinggi di Semarang.

Dalam keterangan rilis yang kami terima, banyaknya permintaan dan kebanyakan anak sekolah sudah mulai tengah libur, acara nobar yang biasanya dilakukan menjelang rilis, dimajukan semua yang ada dibeberapa kota.

Berikut dokumentasi antusias selama meet & greet 


Sebelum pemain film datang
Setelah para pemain datang
...

Film Say I Love You dijadwalkan rilis di bioskop tanggal 4 Juli 2019. Penonton akan diperlihatkan sebuah cerita tentang bagaimana perjuangan para pemain mencoba membangun reputasi sekolah mereka sehingga tidak diremehkan oleh sekolah lain.

Selain mengadakan pemutaran film di Semarang yang dikemas dalam tur, pihak film, yakni Rumah Produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) juga mengadaka pemutaran di 2 kota lainnya, yakni Jogja (14/6) dan Solo (15/6). 

Dan tur kota ini tidak akan berhenti di 3 kota yang sudah didatangi, mereka akan melanjutkan di kota-kota lainnya. Ada kurang dari 20 kota dalam daftar mereka untuk acara nonton bareng seperti yang ada di Semarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 04 Juni 2019

Terbaru 2020 - Ini 5 Film Indonesia yang Rilis di Bioskop Pada Saat Lebaran Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Lebaran tahun ini jatuh pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 5-6 Juni 2019. Itu artinya kesempatan merilis film terbaru bukan hari Kamisnya, melainkan hari Selasa. Ya, 5 film Indonesia ini dirilis hari Selasa tanggal 4 Juni.

Selain Raditya Dika dalam 2 tahun belakangan tak pernah absen memanfaatkan momen lebaran, film bergenre horor asli Indonesia, Kuntilanak juga tak ketinggalan. Tahun 2019 datang dengan bagian keduanya. Dan lebaran tahun 2017, genre horor diisi film Jailangkung.

5 Film Indonesia baru rilis ini tayang semua di Semarang

Tentu saja. Penonton di Semarang di sini sangat unik, tapi pastinya tetap menarik. Setelah kami merilis jadwal film di akun Twitter @Kofindo, semua bioskop kompak memutar semua film. Berikut daftar film beserta bioskop yang menayangkannya.
  1. KUNTILANAK 2 (Java, Citra, DP, Transmart)
  2. SINGLE: PART 2 (Java, Citra, DP, Paragon, Eplaza)
  3. SI DOEL THE MOVIE 2 (Java, Citra, DP, Paragon, Transmart)
  4. GHOST WRITER (Java, Citra, DP, Transmart)
  5. HIT & RUN (Java, Citra, DP, Transmart, Eplaza)
Untuk bioskop Eplaza, lebaran kali ini menghadirkan dua film Indonesia sekaligus. Raditya Dika rasanya tak pernah absen dari sini.

Siapa yang bakal mencuri perhatian

Bicara genre, komedi versus horor selalu berpotensi mendulang jutaan penonton. Meski berharap ada film bertema religi, film Si Doel yang membawa genre drama dengan kesuksesan film pertama mencoba kembali mencatatkan film mereka untuk 1 juta penonton. Bisakah?

Film pertamanya Raditya Dika, Single yang rilis tahun 2015 mendapatkan 1,3 juta lebih penonton. Untuk keduanya, harapan tinggi masih kami sematkan.

Nama Rizal Mantovani buat kami sangat populer. Kuntilanak 2 yang hadir dengan kategori penonton remaja, mungkinkah dapat merebut 1 juta penonton lebih cepat?

Ada Raditya Dika, maka pasti ada Ernest Prakasa. Meski lebaran kali ini hanya sebagai produser, Ernest adalah rival yang tidak dapat dianggap remeh. Beberapa filmnya sukses menempatkan jutaan penonton dalam portofolionya. Bagaimana dengan film Ghost Writer?

Si Doel berbekal sejarah panjang dalam dunia pertelevisian, mampu dikemas dalam tayangan bioskop yang mendapat 1 juta penonton. Bagaimana dengan film keduanya ini? Apakah akan kembali meraup jutaan atau sebaliknya?

Film Hit & Run memunculkan satu nama yang identik dengan film Action, yaitu Joe Taslim. Film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini membuat Joe harus bermain dengan cara seperti biasanya namun berbalut komedi.

Dari nama yang memerankan film Hit & Run seperti Tatjana Saphira, Chandra Liow, dan Jefri Nichol, film ini menarik perhatian kami dengan hadirnya Bukalapak Pictures sebagai salah satu produksi diantara nama-nama lain. Hmm..

Bioskop mana yang paling banyak memutar film

Meski ini bukan patokan bahwa film akan sukses, bioskop Semarang tetap menarik untuk melihat peta persaingan film. Apakah sudah tahu bioskop mana yang banyak menayangkan kelima film tersebut?
  1. Citra - semua film
  2. DP - semua film
  3. Paragon - 2 film 
  4. Transmart - 4 film
  5. Java - semua film
  6. Eplaza - 2 film
Bioskop Paragon mall adalah tempat ekslusif menurut kami. Tidak mudah sebuah film dapat tayang, kecuali ada kerja sama atau hal lainnya. Sama seperti Paragon, bioskop asli Semarang, Eplaza juga sangat jarang menempatkan film Indonesia jika dianggap kurang menarik.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 18 Mei 2019

Terbaru 2020 - Film Ambu, Film Ketiga yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Mengejutkan, datang dengan beberapa nama populer dalam kancah perfilman Tanah Air, film Ambu yang rilis 16 Mei 2019 ini malah tidak tayang di bioskop Semarang. Kini, film berdurasi 118 menit ini masuk dalam daftar film kami (Tidak tayang).

Film Ambu menjadi film Indonesia ketiga yang tidak tayang di bioskop Semarang menurut catatan kami, Kofindo. Dari situs 21cineplex.com, daftar Kota yang menayangkan memang terbatas. Ada 8 kota dan menariknya sebagian besar berada di Jawa Barat, termasuk di Jakarta.

Melihat lebih dekat Suku Baduy

Setiap film yang kami lihat (trailer) dengan tema tertentu, memang memiliki tujuan khusus. Ada yang ingin memperlihatkan kearifan lokal hingga menjadikannya destinasi wisata yang dapat dilihat orang-orang dari penjuru dunia.

Pemasaran film dalam industri pariwisata memang bukan hal baru. Lalu, bagaimana dengan film Ambu? Menurut sutradara, Farid Dermawan, mengutip dari situs hot.detik.com mengungkapkan bahwa

"Ini memang cerita murni yang kisahnya punya latar suku Baduy. Saya sekaligus membawa tim dan pemain masuk ke sana selama syuting".

"Buat kami, Baduy itu masih kental dengan kearifan lokalnya. Mereka juga terkenal sebagai suku yang senang menjaga alam di sekitarnya. Belum banyak film panjang yang mengangkat soal Baduy. Ya ini jadi film komersil pertama di Indonesia yang mengangkat Baduy dalam cerita".

Daftar pemain film Ambu

Bila melihat kebelakang, daftar film Indonesia yang tidak tayang di Semarang (mungkin termasuk Kotamu) kebanyakan film yang dibuat sineas lokal dengan pemain sebagian besar juga lokal.

Jadi kami sangat terkejut bila melihat daftar pemain film Ambu ada nama Laudya Cynthia Bella. Aktris senior seperti Widyawati juga turut bermain di film bergenre drama ini. Lainnya ada Baim Wong, Enditha, Lutesha, Andri Mashadi.

Trailer film Ambu

Kisahnya sendiri tentang konflik antara Ibu dan Anak. Karena cinta, seseorang pergi dari tempat asalnya. Namun saat kembali, konflik semakin lebih rumit. Selengkapnya kamu bisa lihat video trailernya berikut ini.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 12 Mei 2019

Terbaru 2020 - 27 Steps of May, Film yang Rilis Hari Sabtu Bukan Hari Biasanya

Teknologi Terbaru


Film yang belum ada sebulan dari tanggal rilisnya, 27 April. Yang kami soroti untuk bahan postingan Kofindo adalah hari tayangnya yang tak biasa. Hari Sabtu. Kalau kamu terbiasa mengikuti film Indonesia yang rilis, maka tak perlu melanjutkan membaca ini sampai selesai.

Satu lagi film yang akhirnya mendapat kesempatan tayang di bioskop tanah air setelah 3 tahun film ini diproduksi. Tak tanggung-tanggung, film ini harus berhadapan dengan film Avengers: Endgame untuk tayang dipekan yang sama.

Menjelang akhir bulan April, film 27 Steps of May bukan saja menarik perhatian dengan diberikannya kesempatan tayang. Untuk yang terbiasa mengikuti rilis film tanah air, hari Kamis adalah hari yang sangat identik film-film baru Indonesia yang tayang diseluruh bioskop.

Memang ada film yang menangkap momen seperti menjelang Hari Raya atau Hari Kemerdekaan. Tapi itu bisa dihitung. Dan melihat film 27 Steps of May, kami diberi satu alasan lagi bahwa jangan tayang bersamaan dengan film yang dipastikan mengambil jatah seluruh tempat duduk dalam bioskop.

Dampak Avengers
Bisa dikatakan, film 27 Steps of May yang bercerita tentang perempuan bernama May yang mengalami kekerasan seksual dan trauma panjang terkena dampak dari hadirnya film Avengers: Endgame.

Di bioskop Semarang sendiri, film superhero ini sukses mengambil banyak jatah tayang dan mendepak film-film Indonesia.

Sedangkan film 27 Steps of May sendiri mendapatkan jatah tayang di bioskop Java Mall dan hanya mampu bertahan 12 hari. Tayang Sabtu (27/4) dan berakhir hari Rabu (8/5). Karena Kamis sudah harus berganti judul film baru.

..

Film 27 Steps of May termasuk film Festival seperti film Ave Maryam yang akhirnya diberi kesempatan tayang di tanah air. Sebelumnya film besutan Ravi Bharwani ini sudah diputar diberbagai festival film Internasional sejak Oktober 2018.

Hingga tulisan ini kami buat, jumlah perolehan film 27 Steps of May menurut situs filmindonesia.or.id mencapai 46 ribu.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 04 Mei 2019

Terbaru 2020 - Sukep The Movie, Film Kedua yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Sukep The Movie rilis tanggal 2 Mei 2019. Film berdurasi 113 menit merupakan film karya sineas Pontianak. Beberapa wajah terkenal menghiasi film bergenre komedi ini. Dan film ini jadi film kedua dalam daftar film yang tidak tayang di bioskop Semarang.

Apakah kebangkitan sineas lokal kembali lagi, setelah film Makassar banyak menyumbang daftar bioskop di tanah air tahun 2018. Bisa dikatakan ini berita baik, mengingat bisa masuk dalam bioskop itu tidak mudah.

Berbahasa melayu


Film Sukep sendiri merupakan film berbahasa lokal Melayu Pontianak. Film ini menceritakan perjuangan orang kampung dalam meraih cita-cita, cinta dan persahabatan.

Beberapa wajah yang turut meramaikan di dalamnya ada Ivan Seventeen, Shallu Salsabila, dan Ivan Govinda. Film ini sendiri disutradarai oleh Akil Wassa serta penulis Amrin Z.R.

Trailer video

Berikut trailer video film Sukep The Movie yang diperankan oleh Kamil Onte. Sukses untuk sineas lokal tanah air untuk terus menembus bioskop (Nasional).


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Rabu, 10 April 2019

Terbaru 2020 - Seperti Apa Antusias Tur Film Yowis Ben 2 di Semarang

Teknologi Terbaru


Hingga tulisan ini kami buat (11/4), jumlah penonton Yowis Ben 2 sudah mencapai 1 juta lebih. Salah satu strategi film yang digawangi Bayu Skak sebagai pemain sekaligus sutrada ini adalah menggelar roadshow atau tur ke kota-kota Indonesia. Kami menyukainya.

Kota Semarang kembali jadi salah satu Kota diantara Kota yang dikunjungi film Yowis Ben 2. Ini jadi kenangan seperti tahun lalu yang juga menaruh Semarang dalam daftar Kota roadshow pada bulan Februari tahun 2018.


Lagi-lagi kehilangan momentum

Kami membenci diri kami yang mengaku produsen informasi tapi ketinggalan informasi. Lagi-lagi kehilangan momentum melihat kehadiran pemain Yowis Ben 2 di Semarang.

Untuk itu, kami hanya dapat membawa dokumentasi dari kanal Youtube StarvisionPlus seperti tahun lalu juga. Seperti ini antusiasnya (lihat video).



Pemain film Yowis Ben 2 tidak sekedar menyapa penonton Semarang. Tapi juga menggelar konser dadakan dengan membawakan beberapa lagu yang ada di dalam film.



Terima kasih sudah mengunjungi Ibu Kota Jawa Tengah. Semoga diwaktu berikutnya, kami tidak lagi kehilangan momentum.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Senin, 01 April 2019

Terbaru 2020 - Tayang Terbatas, Film Suporter Masuk Pesantren Tidak Tayang di Semarang

Teknologi Terbaru


Film Suporter Masuk Pesantren rilis 28 Maret 2019. Dari judul sebenarnya sudah menarik. Tapi apa mau dikata, film ini jadi film pertama kami yang diposting di blog dotsemarang sebagai film yang tidak tayang di Semarang tahun ini.

Wajah film Indonesia yang tidak tampil di bioskop sekarang ini sudah bisa dimaklumi. Seperti Semarang salah satu Kotanya yang harus berpikir dua kali untuk menaruh di sini.

Tahun 2018 saja, ada 12 film Indonesia yang tidak tayang. Tentu Semarang tidak sendirian dalam hal ini. Dari daftar tersebut, film dari Makassar menjadi penyumbang terbesar film yang masuk dalam daftar kami.

Unsur lokal yang kental

Ya, bisa dipastikan sebagian besar pemainnya orang setempat. Tidak akan menemukan artis dalam film tersebut. Dan beberapa tahun belakangan, Makassar dianggap telah bangkit dalam urusan film layar lebar.
Sebenarnya juga dalam daftar film Indonesia yang kami rilis bulan Maret, film berdurasi 84 menit ini tidak ada. Mungkin situs referensi kami lupa memasukkan.

Untuk sinopsis film ini sendiri, mengutips situs 21, menceritakan tentang Aso yang punya kegemaran menonton sepakbola ke stadion setiap tim kesayangannya bertanding, dimasukkan ke Pesantren oleh orang tuanya.

Kondisi Pesantren menyebabkan Aso tidak lagi bisa secara leluasa menyalurkan kegemaran menontonnya ke stadion. Aso kemudian bersahabat dengan Dul, Yos dan Sultan, tiga orang kawannya yang berasal dari daerah yag berbeda-beda.

Pesantren kemudian menjadikan persahabatan mereka melebihi kedekatan dengan saudara kandungnya sendiri. Mereka kemudian menjalin persahabatan dengan sebutan "sahabat kandung".

Video trailer

Berikut video trailer berdurasi 2 menit dari Youtube
...

Tahun 2019, kami berharap tidak ada lagi film yang tayang terbatas. Namun kami tidak bisa berbuat banyak. Satu sisi ini juga demi mengangkat para sineas lokal terus bangkit dan berkarya. Mumpung ada perusahaaan pemilik layar yang mau bekerja sama.

Apakah berikutnya akan ada lagi film yang tidak tayang di Semarang atau Kotamu?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap