Tampilkan postingan dengan label Kofindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kofindo. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2019

Terbaru 2020 - Film Dua Garis Biru, Antara Kontroversi dan Strategi

Teknologi Terbaru


Film Dua Garis Biru bulan Juli sedang ramai dibicarakan. Film yang mengangkat seputar remaja ini menuai kontroversi karena konten yang dibawanya dianggap kurang baik untuk generasi muda. Meski begitu, film ini secara strategi sukses bercokol dibanyak teater di Semarang.

Ini menarik untuk dibahas. Kami akan mengambil pengalaman penonton di Semarang yang begitu unik, terutama dalam jumlah bioskop yang menayangkan film Indonesia. Tidak mudah sebuah film tayang di Semarang, bahkan untuk karya yang membawa konten paling menarik pun.

Ramai jadi perbincangan 

Apalagi bukan media sosial asal muasalnya saat ini yang banyak orang sering berbicara tentang opininya. Film Dua Garis Biru yang rilis 11 Juli 2019 ini benar-benar menarik bagi netizen.

Beberapa opini yang jadi bahan pembicaraan adalah tentang usia remaja yang masih bersekolah sudah melakukan hubungan. Meski tujuan filmnya menurut kami ini baik dari sisi edukasi, tetap saja selalu ada perdebatan.

Tambah bioskop


Ditengah kontroversi film, kami tidak ingin banyak berbicara di sana. Kami ingin melihat film yang dibintangi Angga Aldi Yunanda dan Adhisty Zara ini pertama rilis di bioskop, khususnya Semarang, hanya mampu mendapatkan 3 bioskop.

Hari pertama, film berdurasi 113 menit tayang normal. Hari kedua, tambah bioskop. Awalnya hanya tayang di bioskop Java, DP dan Transmart. Namun berikutnya, tayang di DP Mall dengan jumlah 2 studio. Rata-rata hari pertama cuma 1 studio atau teater.

Hari ketiga, kejutan lagi. Tambah lagi di bioskop Citra dengan 2 studio. Total bioskop yang memutar ada 5 bioskop, minus tanpa bioskop Eplaza. Sudah lebih dari sepekan dari tanggal rilis, film ini masih mendapatkan 2 studio dibeberapa bioskop.

Strategi film

Gambar-gambar dari Instagram @duagarisbirufilm

Salah satu strategi film yang umum dilakukan saat ini adalah road show ke kota-kota dengan membawa beberapa pemainnya. Film Dua Garis Biru melakukannya dengan mampir ke Kota Semarang hari kedua filmnya tayang.

Namun yang kami soroti dari sisi strategi film adalah dampak kontroversi yang tanpa sengaja membuat film ini ramai dibicarakan. Dan itu sukses menurut kami bila berbicara jumlah bioskop.

Opini yang dibangun memang terkesan negatif, meski tujuan film sebenarnya memiliki sesuatu yang baik. Dan opini tersebut tanpa sadar membuat rasa penasaran yang akhirnya menjadi ramai.
...

Hingga tulisan ini dibuat, film Dua Garis Biru sudah mencapai 1,7 juta penonton selama 11 hari pemutarannya. Menarik, bukan. Apa yang netizen bicarakan, baik kontroversi atau pun hal baik pada film, membuat penulis merangkap sutradara, yaitu Ginatri S. Noer berhasil menterjemahkan film dari sisi jumlah penonton.

Kira-kira, ada film apa lagi yang menarik untuk dibahas bulan Agustus? Ikuti Kofindo, yah.

Artikel terkait :
Klik gambar

Minggu, 07 Juli 2019

Terbaru 2020 - Anak Muda Palsu, Film Keempat yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Makassar kembali menghadirkan karya mereka di bulan Juli, meski itu tayang terbatas. Dan ini berarti film kedua yang tidak tayang di Semarang setelah sebelumnya ada film Suporter Masuk Pesantren yang tidak tayang di bulan Maret.

Film garapan rumah produksi Finisia Production ini bila dilihat dari video trailer-nya sebenarnya sangat baik dari sisi gambar. Apalagi tema mahasiswa yang dipadukan cerita komedi.

Dirilis tanggal 4 Juli, film garapan sutradara Ihdar Nur hanya ditayangkan di 12 Kota versi situs Cinema 21. Dan Semarang terlewati. Bahkan bioskop Cinemaxx pun tak ambil bagian dalam pemutaran.

Sinopsis

Tentang film ini bisa kamu lihat di akun Facebook Kofindo atau di bawah ini. Pada intinya beberapa mahasiswa akhir yang galau. Kekuatan persahabatan dan cinta plus bumbu komedi menjadi sesuatu yang menarik tentunya.


Video trailer



Daftar film yang tidak tayang di Semarang
  1. Film Ambu, Film Ketiga yang Tidak Tayang
  2. Sukep The Movie, Film Kedua yang Tidak Tayang
  3. Film Suporter Masuk Pesantren Tidak Tayang di Semarang
..

Hingga pertengahan tahun 2019, film yang diproduksi sineas Makassar masih belum menembus bioskop Semarang. Itu tidak penting, yang lebih penting adalah terus berkarya dan produktif membuat film.

Ada wajah baru yang masuk tahun ini ke bioskop tanah air. Sineas Pontianak berhasil menembus beberapa kota lewat salah satu karyanya, yakni film Sukep. Meski tidak tayang di Semarang, kabar baik ini tentu dapat memotivasi rumah produksi lainnya untuk membuat film yang tayang di bioskop.

Artikel terkait :

Rabu, 03 Juli 2019

Terbaru 2020 - Daftar Film Indonesia yang Rilis Bulan Juli 2019

Teknologi Terbaru


Kamis pertama awal bulan Juli, bioskop Semarang sudah kehilangan satu film Indonesia yang baru dirilis. Film apakah itu? Kira-kira ada berapa film baru yang akan tayang di bioskop seluruh tanah air bulan ini?

Film Say I Love You yang sudah lebih dulu melakukan promosi dengan gala premiere-nya, mendapatkan jatah dua bioskop tayang di Semarang.

Anak Muda Palsu karya sineas Makassar adalah film yang kami maksud, tidak tayang di bioskop Semarang. Meski disayangkan, tapi konsistensi film mereka yang terus masuk dalam bioskop patut diacungi jempol.

Berikut daftar film Indonesia baru selengkapnya :

1. Anak Muda Palsu (4 Juli)


2. Say I Love You (4 Juli)


3. Ikut Aku ke Neraka (11 Juli)


4. Dua Garis Biru (11 Juli)


5. Iqro My Universe (11 Juli)


6. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (18 Juli)


7. Pintu Merah (18 Juli)


8. Suwung (18 Juli)


9. Kutuk (25 Juli)

10. Koboy Kampus 1995 (25 Juli)

..

Bicara bulan sebelumnya, Juni, perfilman tanah air lebih banyak diputar film yang menyasar anak-anak. Hari libur Sekolah dimanfaatkan untuk memberikan tontonan segar kepada anak-anak dan keluarga. 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 18 Juni 2019

Terbaru 2020 - Gala Premire di Semarang, Film Say I Love You Bawa 3 Pemain Sapa Penonton

Teknologi Terbaru


Ketiga pemain film Say I Love You (Say ILY) yang datang ke Semarang adalah Dinda Hauw, Alvaro Maldini dan Teuku Rizky. Mereka sangat antusias menyapa penonton yang sudah meluangkan waktu menunggu mereka.

Hari ini, maksud kami hari Minggu sore (16/6), kami mendapatkan konten ekslusif. Sebelum menyapa penonton yang sudah menunggu di bioskop Cinemaxx Semarang, para pemain film menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atau bahasanya konferensi pers.

Cerita tentang karakter dan SMU Selamat Pagi Indonesia

Mungkin kisah tentang SMU Selamat Pagi Indonesia (SPI) sebagian orang sudah mendengarnya. Sekolah yang awalnya hanya dikenal sebagai Sekolah 'kandang ayam', kini menjelma menjadi sekolah kewirausahaan yang sukses.


Film ini berusaha mengangkat Sekolah SPI dengan berbagai cerita yang menginspirasi di dalamnya. Apalagi kisah sekolah ini pernah hadir diprogram televisi seperti Kick Andy dan Hitam Putih.

Rizky yang berperan sebagai Ridwan paling antusias bercerita tentang karakter dan film yang disutradarai oleh Faozan Rizal. Bagaimana pertemuannya dengan tokoh asli dan Sekolah yang tidak memungut biaya kepada murid-murid yang datang dari kalangan tidak mampu


"Kami yang ada di film ini, bukan hanya bercerita tentang cinta-cintaan remaja. Kami ingin memberitahu kepada penonton bahwa ada Sekolah SPI ini di Indonesia.

Isinya adalah sekolah yang mempunyai anak-anak luar biasa yang tadi bukan siapa-siapa, terus sekarang anak-anak itu sudah memiliki bisnis sendiri dan sudah sukses."

Pesannya dalam film ini adalah tentang pembuktian dan perjuangan, kita boleh terlahir bukan siapa-siapa, kita boleh lahir dengan kondisi keluarga yang tidak kita inginkan, tapi pada akhirnya kita bisa menjadi orang yang sukses.


Aldi yang dalam film berperan sebagai Robet, cowok tengil dan selalu bikin masalah di Sekolah, saat sesi wawancara rasanya karakternya dalam film masih terbawa. Diantara ketiganya, ia terlihat paling mencolok.

Ia bercerita tentang caranya mendalami karakter untuk kisah perjuangan cintanya dengan Sheren (Dinda Hauw). Keduanya kompak mentasbihkan diri sebagai adik kakak saat di luar syuting agar kedekatan mereka dapat lebih natural dalam film.

Tidak ikut nonton film

Kami sedikit terkejut saat tidak menyadari bahwa bagian kami untuk masuk ke dalam bioskop agar dapat ulasan film ternyata tidak ada. Kami pikir akan sama seperti yang lain, setelah ekslusif wawancara dapat ikut nonton.


Tentu saja kami pasrah, apalagi melihat antusias penonton yang begitu tinggi. Tim film menyebutkan dalam sesi meet & greet bahwa dua bioskop yang diberi jatah oleh pihak bioskop semuanya ludes, alias terisi penuh. Mungkin pesona CJR masih tinggi di Semarang.

Dalam keterangan rilis yang kami terima, banyaknya permintaan dan kebanyakan anak sekolah sudah mulai tengah libur, acara nobar yang biasanya dilakukan menjelang rilis, dimajukan semua yang ada dibeberapa kota.

Berikut dokumentasi antusias selama meet & greet 


Sebelum pemain film datang
Setelah para pemain datang
...

Film Say I Love You dijadwalkan rilis di bioskop tanggal 4 Juli 2019. Penonton akan diperlihatkan sebuah cerita tentang bagaimana perjuangan para pemain mencoba membangun reputasi sekolah mereka sehingga tidak diremehkan oleh sekolah lain.

Selain mengadakan pemutaran film di Semarang yang dikemas dalam tur, pihak film, yakni Rumah Produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) juga mengadaka pemutaran di 2 kota lainnya, yakni Jogja (14/6) dan Solo (15/6). 

Dan tur kota ini tidak akan berhenti di 3 kota yang sudah didatangi, mereka akan melanjutkan di kota-kota lainnya. Ada kurang dari 20 kota dalam daftar mereka untuk acara nonton bareng seperti yang ada di Semarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 04 Juni 2019

Terbaru 2020 - Ini 5 Film Indonesia yang Rilis di Bioskop Pada Saat Lebaran Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Lebaran tahun ini jatuh pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 5-6 Juni 2019. Itu artinya kesempatan merilis film terbaru bukan hari Kamisnya, melainkan hari Selasa. Ya, 5 film Indonesia ini dirilis hari Selasa tanggal 4 Juni.

Selain Raditya Dika dalam 2 tahun belakangan tak pernah absen memanfaatkan momen lebaran, film bergenre horor asli Indonesia, Kuntilanak juga tak ketinggalan. Tahun 2019 datang dengan bagian keduanya. Dan lebaran tahun 2017, genre horor diisi film Jailangkung.

5 Film Indonesia baru rilis ini tayang semua di Semarang

Tentu saja. Penonton di Semarang di sini sangat unik, tapi pastinya tetap menarik. Setelah kami merilis jadwal film di akun Twitter @Kofindo, semua bioskop kompak memutar semua film. Berikut daftar film beserta bioskop yang menayangkannya.
  1. KUNTILANAK 2 (Java, Citra, DP, Transmart)
  2. SINGLE: PART 2 (Java, Citra, DP, Paragon, Eplaza)
  3. SI DOEL THE MOVIE 2 (Java, Citra, DP, Paragon, Transmart)
  4. GHOST WRITER (Java, Citra, DP, Transmart)
  5. HIT & RUN (Java, Citra, DP, Transmart, Eplaza)
Untuk bioskop Eplaza, lebaran kali ini menghadirkan dua film Indonesia sekaligus. Raditya Dika rasanya tak pernah absen dari sini.

Siapa yang bakal mencuri perhatian

Bicara genre, komedi versus horor selalu berpotensi mendulang jutaan penonton. Meski berharap ada film bertema religi, film Si Doel yang membawa genre drama dengan kesuksesan film pertama mencoba kembali mencatatkan film mereka untuk 1 juta penonton. Bisakah?

Film pertamanya Raditya Dika, Single yang rilis tahun 2015 mendapatkan 1,3 juta lebih penonton. Untuk keduanya, harapan tinggi masih kami sematkan.

Nama Rizal Mantovani buat kami sangat populer. Kuntilanak 2 yang hadir dengan kategori penonton remaja, mungkinkah dapat merebut 1 juta penonton lebih cepat?

Ada Raditya Dika, maka pasti ada Ernest Prakasa. Meski lebaran kali ini hanya sebagai produser, Ernest adalah rival yang tidak dapat dianggap remeh. Beberapa filmnya sukses menempatkan jutaan penonton dalam portofolionya. Bagaimana dengan film Ghost Writer?

Si Doel berbekal sejarah panjang dalam dunia pertelevisian, mampu dikemas dalam tayangan bioskop yang mendapat 1 juta penonton. Bagaimana dengan film keduanya ini? Apakah akan kembali meraup jutaan atau sebaliknya?

Film Hit & Run memunculkan satu nama yang identik dengan film Action, yaitu Joe Taslim. Film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini membuat Joe harus bermain dengan cara seperti biasanya namun berbalut komedi.

Dari nama yang memerankan film Hit & Run seperti Tatjana Saphira, Chandra Liow, dan Jefri Nichol, film ini menarik perhatian kami dengan hadirnya Bukalapak Pictures sebagai salah satu produksi diantara nama-nama lain. Hmm..

Bioskop mana yang paling banyak memutar film

Meski ini bukan patokan bahwa film akan sukses, bioskop Semarang tetap menarik untuk melihat peta persaingan film. Apakah sudah tahu bioskop mana yang banyak menayangkan kelima film tersebut?
  1. Citra - semua film
  2. DP - semua film
  3. Paragon - 2 film 
  4. Transmart - 4 film
  5. Java - semua film
  6. Eplaza - 2 film
Bioskop Paragon mall adalah tempat ekslusif menurut kami. Tidak mudah sebuah film dapat tayang, kecuali ada kerja sama atau hal lainnya. Sama seperti Paragon, bioskop asli Semarang, Eplaza juga sangat jarang menempatkan film Indonesia jika dianggap kurang menarik.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis, 30 Mei 2019

Terbaru 2020 - Daftar Film Indonesia yang Rilis Bulan Juni 2019

Teknologi Terbaru


Lebaran tahun ini jatuh pada hari Rabu dan Kamis atau tanggal 5-6 Juni. Mau tidak mau, jadwal rilis diambil lebih awal sebelum lebaran. Tepatnya tanggal 4 Juni atau hari Selasa. Berikut daftar film yang rilis bulan Juni 2019.

Cukup disayangkan memang slot terakhir di bulan Mei, hari Kamis (tanggal 30), tidak ada film Indonesia terbaru yang rilis. Kami pikir ini karena momen menjelang lebaran. Semua ditumpuk di minggu awal.

Untuk kamu yang mudik ke Semarang atau tinggal, ikuti jadwal film Indonesia yang kami update lewat Twitter @kofindo. Lebih praktis tentunya untuk melihat jadwal dan info film.

1. Kuntilanak 2 (4 Juni)


2. Hit N Run (4 Juni)


3. Ghost Writer (4 Juni)


4. Single Part 2 (4 Juni)


5. Si Doel The Movie 2 (4 Juni)


6. Mendadak Kaya (20 Juni)


7. Doremi & You (20 Juni)


8. Rumah Merah Putih (20 Juni)


9. Sabyan Menjemput Mimpi (27 Juni)


10. Koki-Koki Cilik 2 (27 Juni)

..

Bulan Mei, perfilman tanah air banyak kedatangan film Festival dan juga film dari sineas Pontianak. Sangat menarik melihat perkembangan perfilman saat ini, meski kabar kurang menyenangkan juga mengikutinya. Film Avengers Endgame banyak mendepak film Indonesia.

Bagaimana untuk bulan Juni?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 25 Mei 2019

Terbaru 2020 - #GerakanNontonBioskopSendirian, Cinema 21 Kasih 4 Keuntungan Nonton Bioskop Sendirian

Teknologi Terbaru


Bulan April, tagar GerakanNontonBioskopSendirian mendadak ramai. Menarik melihat tagar ini bersliweran di timeline Twitter. Bahkan akun Twitter resmi bioskop Cinema21 punya cara sendiri dengan menyelipkan konten bermanfaat.

Sebenarnya kami sudah tertarik dengan tagar tersebut saat sedang ramai. Tapi baru sekarang kami bisa membawanya ke halaman ini, blog dotsemarang.

Bicara nonton sendirian, kami yang memiliki Kofindo sebenarnya sudah melakukannya jauh-jauh hari semenjak Kofindo tidak lagi berupaya mengajak nonton ramai-ramai ke bioskop.

Tidak ada yang salah dengan nonton sendirian dan memang benar banyak keuntungan yang bisa didapat. Asal, memang tujuannya untuk menonton film.

Keuntungan nonton sendirian ala Cinema21

Dari gambar cover sebenarnya sudah ditampilkan. Kalau tertarik dengan tulisan ini, silahkan simak berikut ini.

1. Bebas pilih film

Tiap kamis, yang belum tahu, jadwal film Indonesia selalu rilis yang baru. Namun bila kamu tidak memilih nonton film Indonesia, kamu yang boring di rumah dan butuh hiburan, bisa ke bioskop untuk bebas memilih film. Pastikan melihat dulu trailer videonya.

2. Bisa menghayati film

Memiliki pasangan itu menyenangkan. Apalagi nonton dengan satu geng. Buat yang suka mengulas film, atau datang dengan harapan ingin merasakan seperti apa film tersebut diangkat ke layar lebar, nonton sendirian adalah jawabannya.

3. Nggak main tunggu-tungguan

Loket sudah dibuka, tapi temanmu belum datang. Antrian yang panjang membuatmu kehilangan tempat duduk favorit. Belum lagi harus rela mendapatkan tempat duduk di depan layar yang sangat menyebalkan.

4. Lebih irit

Ini tergantung kamu. Kalau niatnya perayaan dengan cara mentraktir sih, aman-aman saja. Tapi jika berniat menonton dan mengajak teman, tapi si teman minta traktir, lebih baik tinggalkan. Senang sih dibilang baik, tapi nggak harus selalu minta traktir kan.

5. Kamu bisa tambahkan sendiri.

...

Salah satu pengalaman seru kami saat nonton sendirian adalah merasakan kondisi yang benar-benar mencekam saat film diputar. Ya, waktu itu ada film bergenre horor yang tidak banyak orang ingin menontonnya. Kami sendirian saat itu.

Membayangkan dengan kondisi gelap dan sendirian, lalu suara yang gelegar, kadang membuat adrenalin naik dan membuat tertekan.

Serem sih, tapi itu menyenangkan dan pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Bagaimana denganmu?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 18 Mei 2019

Terbaru 2020 - Film Ambu, Film Ketiga yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Mengejutkan, datang dengan beberapa nama populer dalam kancah perfilman Tanah Air, film Ambu yang rilis 16 Mei 2019 ini malah tidak tayang di bioskop Semarang. Kini, film berdurasi 118 menit ini masuk dalam daftar film kami (Tidak tayang).

Film Ambu menjadi film Indonesia ketiga yang tidak tayang di bioskop Semarang menurut catatan kami, Kofindo. Dari situs 21cineplex.com, daftar Kota yang menayangkan memang terbatas. Ada 8 kota dan menariknya sebagian besar berada di Jawa Barat, termasuk di Jakarta.

Melihat lebih dekat Suku Baduy

Setiap film yang kami lihat (trailer) dengan tema tertentu, memang memiliki tujuan khusus. Ada yang ingin memperlihatkan kearifan lokal hingga menjadikannya destinasi wisata yang dapat dilihat orang-orang dari penjuru dunia.

Pemasaran film dalam industri pariwisata memang bukan hal baru. Lalu, bagaimana dengan film Ambu? Menurut sutradara, Farid Dermawan, mengutip dari situs hot.detik.com mengungkapkan bahwa

"Ini memang cerita murni yang kisahnya punya latar suku Baduy. Saya sekaligus membawa tim dan pemain masuk ke sana selama syuting".

"Buat kami, Baduy itu masih kental dengan kearifan lokalnya. Mereka juga terkenal sebagai suku yang senang menjaga alam di sekitarnya. Belum banyak film panjang yang mengangkat soal Baduy. Ya ini jadi film komersil pertama di Indonesia yang mengangkat Baduy dalam cerita".

Daftar pemain film Ambu

Bila melihat kebelakang, daftar film Indonesia yang tidak tayang di Semarang (mungkin termasuk Kotamu) kebanyakan film yang dibuat sineas lokal dengan pemain sebagian besar juga lokal.

Jadi kami sangat terkejut bila melihat daftar pemain film Ambu ada nama Laudya Cynthia Bella. Aktris senior seperti Widyawati juga turut bermain di film bergenre drama ini. Lainnya ada Baim Wong, Enditha, Lutesha, Andri Mashadi.

Trailer film Ambu

Kisahnya sendiri tentang konflik antara Ibu dan Anak. Karena cinta, seseorang pergi dari tempat asalnya. Namun saat kembali, konflik semakin lebih rumit. Selengkapnya kamu bisa lihat video trailernya berikut ini.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 12 Mei 2019

Terbaru 2020 - 27 Steps of May, Film yang Rilis Hari Sabtu Bukan Hari Biasanya

Teknologi Terbaru


Film yang belum ada sebulan dari tanggal rilisnya, 27 April. Yang kami soroti untuk bahan postingan Kofindo adalah hari tayangnya yang tak biasa. Hari Sabtu. Kalau kamu terbiasa mengikuti film Indonesia yang rilis, maka tak perlu melanjutkan membaca ini sampai selesai.

Satu lagi film yang akhirnya mendapat kesempatan tayang di bioskop tanah air setelah 3 tahun film ini diproduksi. Tak tanggung-tanggung, film ini harus berhadapan dengan film Avengers: Endgame untuk tayang dipekan yang sama.

Menjelang akhir bulan April, film 27 Steps of May bukan saja menarik perhatian dengan diberikannya kesempatan tayang. Untuk yang terbiasa mengikuti rilis film tanah air, hari Kamis adalah hari yang sangat identik film-film baru Indonesia yang tayang diseluruh bioskop.

Memang ada film yang menangkap momen seperti menjelang Hari Raya atau Hari Kemerdekaan. Tapi itu bisa dihitung. Dan melihat film 27 Steps of May, kami diberi satu alasan lagi bahwa jangan tayang bersamaan dengan film yang dipastikan mengambil jatah seluruh tempat duduk dalam bioskop.

Dampak Avengers
Bisa dikatakan, film 27 Steps of May yang bercerita tentang perempuan bernama May yang mengalami kekerasan seksual dan trauma panjang terkena dampak dari hadirnya film Avengers: Endgame.

Di bioskop Semarang sendiri, film superhero ini sukses mengambil banyak jatah tayang dan mendepak film-film Indonesia.

Sedangkan film 27 Steps of May sendiri mendapatkan jatah tayang di bioskop Java Mall dan hanya mampu bertahan 12 hari. Tayang Sabtu (27/4) dan berakhir hari Rabu (8/5). Karena Kamis sudah harus berganti judul film baru.

..

Film 27 Steps of May termasuk film Festival seperti film Ave Maryam yang akhirnya diberi kesempatan tayang di tanah air. Sebelumnya film besutan Ravi Bharwani ini sudah diputar diberbagai festival film Internasional sejak Oktober 2018.

Hingga tulisan ini kami buat, jumlah perolehan film 27 Steps of May menurut situs filmindonesia.or.id mencapai 46 ribu.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 04 Mei 2019

Terbaru 2020 - Sukep The Movie, Film Kedua yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2019

Teknologi Terbaru


Sukep The Movie rilis tanggal 2 Mei 2019. Film berdurasi 113 menit merupakan film karya sineas Pontianak. Beberapa wajah terkenal menghiasi film bergenre komedi ini. Dan film ini jadi film kedua dalam daftar film yang tidak tayang di bioskop Semarang.

Apakah kebangkitan sineas lokal kembali lagi, setelah film Makassar banyak menyumbang daftar bioskop di tanah air tahun 2018. Bisa dikatakan ini berita baik, mengingat bisa masuk dalam bioskop itu tidak mudah.

Berbahasa melayu


Film Sukep sendiri merupakan film berbahasa lokal Melayu Pontianak. Film ini menceritakan perjuangan orang kampung dalam meraih cita-cita, cinta dan persahabatan.

Beberapa wajah yang turut meramaikan di dalamnya ada Ivan Seventeen, Shallu Salsabila, dan Ivan Govinda. Film ini sendiri disutradarai oleh Akil Wassa serta penulis Amrin Z.R.

Trailer video

Berikut trailer video film Sukep The Movie yang diperankan oleh Kamil Onte. Sukses untuk sineas lokal tanah air untuk terus menembus bioskop (Nasional).


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Rabu, 01 Mei 2019

Terbaru 2020 - Daftar Film Indonesia yang Rilis Bulan Mei 2019

Teknologi Terbaru


Bulan April, film-film yang masuk bioskop cukup menarik. Khususnya film festival. Maksud kami, film yang sudah duluan diputar dibeberapa festival Internasional. Semarang beruntung ada yang menayangkannya. Bagaimana dengan bulan Mei?

Semakin banyak saja situs-situs yang memberikan jadwal film Indonesia. Bahkan media sosial pun banyak yang memanfaatkan untuk membagikan.

Daftar Film Indonesia

Bulan April ada 11 film Indonesia, apakah bulan Mei bakal lebih banyak? Apalagi masuk bulan puasa. Berikut daftar film Indonesia dan ikuti kami via Twitter untuk update jadwal film di bioskop Semarang.

1. Sekte (2 Mei)



2. Arwah Noni Belanda (2 Mei)


3. Sukep The Movie (2 Mei) - Tidak tayang di Semarang



4. Roh Fasik (9 Mei)


5. Pariban: Idola dari Tanah Jawa (9 Mei)


6. Malam Jumat the Movie (16 Mei)


7. Ambu (16 Mei)


8. Jack (16 Mei)


9.  The Lawyers Pokrol Bambu (16 Mei)


10. Down Swan (23 Mei)


...

Dari sekian judul film, semoga tidak bertambah, tidak ada satu pun film bertema religi yang biasa hadir saat bulan puasa. Dari sisi momentum, sebenarnya bisa dilakukan.

Mau nonton yang mana bulan ini?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Rabu, 24 April 2019

Terbaru 2020 - Review Film Suara April dan Filmnya Sudah Tersedia di Youtube

Teknologi Terbaru


Film Suara April dirilis tanggal 15 Maret 2019 dengan durasi 1 jam 30 menit. Film yang tayang sangat terbatas ini diperuntukkan sebagai bagian dari kampanye Pemilu agar masyarakat hadir pada tanggal 17 April 2019. Jadi, film ini tidak masuk dalam daftar film seperti yang biasa kami buat.

Hari ini, Kamis (25/4/2019), tidak ada satu pun film Indonesia yang rilis yang biasa tiap kami. Kehadiran film Avengers: Endgame sangat-sangat mempengaruhi daftar film rilis dipekan terakhir bulan April.

Isu pendidikan hingga skeptis Pemilu

Berlatar sebuah desa, musik dangdut di sana dianggap lebih menarik ketimbang Pemilu. Menariknya, tiap diadakan hajatan Dangdut, masyarakat lebih mudah berkumpul dan di sana sebenarnya kampanye promosi yang bisa disusupi.

Diawal film, penonton langsung diberikan konflik tentang profesi guru yang dianggap kurang menarik dari Ayah si tokoh utama perempuan (guru). Maunya si Ayah, putrinya memilih karir musik Dangdut binaan sanggarnya ketimbang jadi guru.

Ayah yang diperankan Almarhum Torro Margens merupakan sosok berpengaruh di desa dan memiliki pertunjukkan Dangdut yang berpengalaman. Bahkan Kepala Desa sangat segan sama beliau.

Tidak menunggu lama, tokoh pria utama yang diperankan Bio One datang ke Desa si Guru yang diperankan Amanda Manopo untuk sosialisasi Pemilu.

Bisa dikatakan pemain pria ini adalah pahlawan yang harus melawan bagaimana caranya meluluhkan  masyarakat di Desa yang didatangi untuk bisa ikut menyoblos pada hari Pemilu.

Saat isu pendidikan terus diangkat karena Yayasan sudah kehabisan duit untuk mempertahankan Sekolah, si Guru ikut berjuang bersama dengan si penyuluh.

Satu sisi bagaimana mempertahankan murid dan Sekolah agar tetap ada. Dan satu sisi lagi, menghadapi Si Ayah yang tidak ingi mendengar adanya Pemilu di Desa.

Isu Pileg

Desa yang sudah sangat tenang karena dijaga dari informasi tentang kampanye Pemilu dari luar, rupanya memiliki motif sendiri sebagai alasan mengapa itu dilarang di Desa

Salah satu penyanyi yang lahir dari Desa tersebut dan sukses, pergi ke Kota untuk menjadi artis dan kini mengikuti pemilihan. Semacam kacang lupa kulitnya.

Kaitannya sangat erat dengan si Ayah dari Guru yang mencoba berjuang. Masa lalu tersebut yang menjadi alasan damainya desa dan hanya suguhan Dangdut yang terus ramai.

Saat semua sedang berjuang agar dapat jalan memberikan sosialisasi, termasuk masuk ke Sekolah dan akhirnya ditentang, dua calon Legislatif saling beradu.

Saling mengklaim lebih baik, membuat suasana semakin kacau. Salah satu calon Legislatif diperankan Dewi Gita yang merupakan penyanyi terkenal di Desa yang sekarang tidak mau datang ke Desanya lagi.

Berakhir indah

Film ini bisa dikatakan film yang mengikuti alur skenario yang sudah diatur sedemikian rupa. Maksud kami itu seperti dari A lalu ke B, kemudian ke C dan selesai di Z. Sangat terstruktur. Hasilnya, memberi tontonan yang mudah dimengerti. Tapi juga mudah ditebak.

Si penyuluh KPU berhasil dengan tugasnya mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat. Si Guru juga berhasil mempertahankan Sekolah. Dan konflik si Ayah dengan penyanyi lamanya yang menjadi Caleg juga berakhir damai dari rasa salah dan dendam.

Film Suara April di Youtube

Bila kamu penasaran atau punya waktu luang, film Suara April tersedia di Youtube. Kami membawanya berikut ini. Kapan lagi ada film Indonesia yang dirilis secara resmi dan ditaruh di Youtube.


Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis, 18 April 2019

Terbaru 2020 - Review Film Ave Maryam

Teknologi Terbaru


Salah satu alasan kami akhirnya memutuskan pergi ke bioskop menonton film Ave Maryam adalah lokasi syuting yang digunakan. Ya, Kota Semarang. Beberapa lokasinya bahkan memang sering digunakan untuk syuting. Lalu, seperti apa gambar yang ditampilkan?

Filmnya hanya berdurasi 73 menit. Namun membuat kami merasa waktu begitu lama. Rasa penasaran yang sudah dipendam sebelum masuk teater, sudah hilang. Oh tidak, ini bukan film yang selama ini biasa kami nonton. Sangat lambat, tidak banyak dialog dan harus berpikir lebih keras.

Datang dari kelas film festival Internasional

Langkah film dari sutradara Robby Ertanto sangat meyakinkan untuk pemilik bioskop menerima film yang mengusung genre drama ini. Karena menurut kami, tidak mudah film yang diputar di Semarang akan masuk dalam daftar.

Namun seiring waktu, beberapa film yang kurang lebih sama seperti Ave Maryam, bisa tembus juga. Ini menariknya. Penonton Semarang yang bukan datang dari pemetaan pemasaran film yang biasa kami pikirkan, generasi Z, bisa merasakan film-film yang diputar di kota lain, bisa diputar di Semarang.

Apalagi, setelah melihat poster dan kepo beberapa referensi, film yang dibintangi Maudy Koesnaedi dan Chicco Jericho ini diputar pada gelaran film festival. Seperti Hanoi International Film Festival , dan Hong Kong Asian Film Festival. (Ada pembuka video trailer)


Ada semacam prestasi yang menjadi garansi untuk pemilik gedung bioskop di Semarang mau menaruhnya di layar mereka. Bahkan hingga tulisan ini kami buat, sudah satu pekan film ini bertahan dari rilis resminya di bioskop tanggal 11 April 2019. Bisa bertahan 3 hari aja, udah syukur.

Alasan menonton, Semarang yang jadi latar

Jika biasanya melihat sosok Joko Anwar dibalik layar, maka film ini kami melihatnya sebagai salah satu pemain dan berperan sebagai pastor. Apakah ini kejutan? Entahlah.

Ceritanya film Ave Maryam sendiri sudah sangat banyak diulas. Pada intinya, Suster yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi jatuh cinta pada pastor baru yang datang ke gereja, tempat si Maudy. Pastor yang diperankan Chicco ini menarik perhatian Suster.

Dalam balutan kisah keduanya yang akhirnya dapat mengeluarkan rasa saling sukanya, Kota Lama Semarang menjadi bagian pentingnya.

Ada Gereja Blenduk, gedung Spigel, jalanan dan yang paling banyak mendapatkan sorotan adalah Geraja Gedangan. Tahun 2017, kami pernah masuk ke dalam dan melihat langsung ruangan di sana.

Gereja yang dibangun sejak tahun 1808 ini memang sangat menarik. Kamu yang penasaran, bisa melihat beberapa gambar yang kami ambil saat berkunjung dalam rangka tour Kota Lama. Klik di sini.

Selain kawasan Kota Lama yang kami tangkap selama menonton, ada stasiun Tawang yang juga menjadi bagian penting dalam sebuah adegan perpisahan di dalam film.

Film Idealis


Bagi kami yang datang dari sisi penonton biasa, film semacam Ave Maryam memang unik. Tidak seperti film komersil lainnya yang bisa kami komentarin. Ini jual tampang, ini judulnya menjual dan sebagainya.

Banyak memasukkan sisi agama dalam film,  memang bisa dikatakan sensitif buat sebagian penonton nantinya. Tapi buat yang ingin menikmati sebuah karya, film idealis seperti ini, memang harus dicoba sendiri.

...

Saat cinta datang, perasaan siapa pun yang merasakannya, tidak akan terbendung. Normalnya berpikir sebagai insan manusia biasa. Tapi ketika Suster dan Pastor mencoba menghubungkan perasaan itu. Banyak tantangan yang harus dihadapi.

Dilema dengan diri sendiri. Aturan yang harus ditaati, dan pilihan yang harus dihormati. Jalan yang benar bagi sebagian orang, belum tentu benar buat yang merasakan.

Pernah berkunjung ke Semarang? Pernah ke tempat-tempat yang ada di film?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 16 April 2019

Terbaru 2020 - Edukasi Pemilu Lewat Film Suara April, KPU Jateng Ajak Nonton Bareng

Teknologi Terbaru


Masa tenang Pemilu dimanfaatkan betul oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan edukasi agar masyarakat mau datang pada tanggal 17 April. Sebuah Film yang bercerita tentang pentingnya Pemilu diputar serentak dibanyak Kota di Indonesia. Salah satunya Semarang lewat KPU Jawa Tengah. Seperti apa suasananya?

Kembali mendapatkan undangan untuk acara bertajuk nonton bareng dan meet & greet di XXI Paragon Semarang, kami hadir bersama beberapa rekan bloger Minggu siang (14/4). Selain kami, ada undangan dari KPU Kota se-Jawa Tengah, perangkat KPU, dan media.

Meet & Greet

Seperti pada umumnya acara meet & greet film Indonesia yang datang ke Semarang, beberapa kali kami hadiri, penyelenggara sudah mempersiapkan acara dengan sangat baik.


Kami baru tahu di sudut ruangan bioskop, bisa digunakan untuk acara. Ketua KPU Jawa Tengah beserta jajaran, termasuk salah satu pemain film yang hadir, mas Tarmizi Abka, memberikan sambutan dan alasan film ini diputar.

Menurut Ketua KPU Provinsi Jateng, Pak Yulianto, 'film ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada generasi muda dan Pemilu menjadi sesuatu yang menggembirakan'.

Ketua KPU Jateng (tengah)


Mas Tarmizi sendiri dalam film ini berperan sebagai salah satu Caleg yang dianggap bermain curang, namun akhirnya memberikan edukasi bahwa Caleg tidak boleh curang dan mau bekerja sama untuk tujuan yang bersama.

Tentang Film Suara April

Tarmizi Abka (pegang mik)

Buat kami yang mengikuti perkembangan Film Indonesia, film Suara April adalah film yang hadir karena sebuah momen. Momen ini tentu saja berhubungan dengan Pemilu 2019. Maka tidak perlu kami tambahkan dalam daftar film Indonesia yang rilis bulan April di sini.

Berdurasi lebih dari satu jam atau 90 menit, film ini berlatar sebuah desa yang bernama Desa Rampang. Seluruh masyarakat di sana sangat apatis terhadap pemilu.

Hingga datanglah seorang relawan penyuluhan yang mensosialisasikan tentang pemilu. Setiap cerita yang disampaikan memiliki permasalahannya masing-masing. Bukan hanya permasalahan pada si relawan, namun juga pemain lain yang akhirnya menemukan benang merah dan berakhir bahagia.

Untuk ulasan film Suara April ini kami akan buat di halaman berikutnya untuk postingan film Indoesia atau Kofindo.

Film yang disutradarai oleh Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo ini membawa sejumlah nama seperti Amanda Manopo, Bio One, Tarmizi Abka, Almarhum Torro Margens dan Dewi Gita.

Langkah KPU mememanfaatkan film sebagai salah satu alat kampanye promosi dan edukasi ini mengingatkan kami pada film Pohon Terkenal yang dibuat Divisi Humas Polri. Kami melihat persamaannya dari sisi instansi yang memanfaatkan film sebagai bagian pemasaran maupun edukasi.

Tidak full


Dari sisi pembuatan, cerita dan unsur-unsur yang dimasukkan seperti komedi dan drama, film ini menarik sekali. Beberapa wajah terkenal juga ikut meramaikan. Film ini benar-benar serius digarap.

Sayangnya, banyak kursi kosong. Mungkin karna momennya sedang sibuk semua atau kurangnya sosialisasi mengundang. Karena kami yakin, film ini tidak akan diputar kembali di bioskop. Atau sebaliknya. Untuk pemutaran di Provinsi Jawa Tengah, Semarang didapuk sebagai tuan rumah.


..

Film Suara April sendiri diproduksi oleh Nightbus Pictures dan Limelight Pictures selaku rumah produksi. Kabar gembiranya, menurut situs nusantarapos.co.id (16/3/19),  film ini dapat diputar kembali oleh masyarakat, seperti komunitas atau lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya.

Tinggal hubungi KPU langsung, baik di daerah maupun KPU Pusat. Tertarik? 

Untuk pemutaran hari Minggu, tanggal 14 April, selain Semarang yang memutar, ada Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bintaro, Serpong dan Jakarta. Lainnya, ada yang tanggal 15 April dan bahkan sebelumnya. Total 34 provinsi yang turut memutar film ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap