Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemilu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Terbaru 2020 - Doa Bersama dan Pengalaman Pertama Ke Kantor KPU Jawa Tengah

Teknologi Terbaru


Setelah mengikuti kegiatan nonton bareng film Suara April, satu hari sebelumnya, kami masih terlibat dalam aktivitas KPU Jawa Tengah. Kali ini mereka mengadakan doa bersama di kantor mereka yang beralamat di jalan Veteran Semarang.

Sebagai bloger, ini adalah pengalaman pertama kami menginjakkan kaki di kantor Komisi Pemilihan Umum atau KPU Jawa Tengah. Karena datangnya malam hari, tak banyak sudut pandang yang bisa kami ceritakan dari sini. Terlebih memang fokus pada acara yang didatangin.

Doa bersama demi kelancaran pelaksanaan Pemilu

Alasan utama datang ke sini tentu saja menghadiri undangan dari KPU Jawa Tengah. Acara bertajuk 'Doa bersama dalam rangka persiapan pemungutan dan penghiungan suara pemilihan umum tahun 2019' ini dilaksanakan setelah Magrib.

Saat kami tiba, beberapa aparat sudah ada di luar gedung hingga berjaga di dalam. Sangat ketat bila dipikir semisal datang tanpa tujuan acara.

Foto Ismi

Ruangan acara berada di Aula, lantai 3 yang harus naik tangga dulu untuk tiba. Bangunannya bukan gedung ala kantoran bank. Sepertinya bangunan lama. Apakah di sini termasuk bangunan jadoel? Entahlah, hanya menduga-duga.

Suasana sudah ramai dan menunggu beberapa rekan bloger lain yang sudah mengisi buku tamu. Selain kami yang hadir, KPU Jateng sendiri, beberapa perwakilan seperti partai, mahasiswa, aparat, pemuka agama, pihak yang terkait pemilu dan masih banyak lagi turut hadir.

Acara seperti ini mengingatkan kami pada acara selamatan. Sangat banyak yang hadir dan tentu semua berharap mendapatkan kelancaran.

 Ketua KPU Jawa Tengah

 Doa bergantian dari para tokoh agama lain yang hadir
Simbolis pemotongan tumpeng

Pengalaman pertama 

Jika akhir-akhir ini aktivitas kami lebih banyak bermain di hotel, kali ini sedikit berbeda. Datang ke kantor KPU Jawa Tengah merupakan pengalaman pertama kami.

Kami sedikit mengobrol dengan sesama bloger tentang kehadiran kami di sini. Karena tidak semua dapat hadir memenuhi undangan, ini bisa dijadikan sebagai portofolio kita sebagai bloger.

Tidak mengingkari bahwa kami ingin dilibatkan dalam kegiatan apapun yang berhubungan dengan kampanye promosi acara maupun lainnya. Bloger berbicara tentang sesuatu yang dapat mereka sampaikan untuk menjadi informasi.

...

Terima kasih KPU Jateng yang sudah beberapa hari terakhir sebelum Pemilu tahun ini melibatkan bloger. Meski dikatakan sedikit terlambat karena waktunya mepet, terutama update postingan yang bisa dibawa ke blog, kami tetap senang dilibatkan dan bangga.

Apakah Pemilu selesai ini berarti sudah tidak ada lagi aktivitas yang bisa diikuti? Apakah konten pemilu juga berarti selesai sampai di sini? Lihat saja nanti.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 16 April 2019

Terbaru 2020 - Edukasi Pemilu Lewat Film Suara April, KPU Jateng Ajak Nonton Bareng

Teknologi Terbaru


Masa tenang Pemilu dimanfaatkan betul oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan edukasi agar masyarakat mau datang pada tanggal 17 April. Sebuah Film yang bercerita tentang pentingnya Pemilu diputar serentak dibanyak Kota di Indonesia. Salah satunya Semarang lewat KPU Jawa Tengah. Seperti apa suasananya?

Kembali mendapatkan undangan untuk acara bertajuk nonton bareng dan meet & greet di XXI Paragon Semarang, kami hadir bersama beberapa rekan bloger Minggu siang (14/4). Selain kami, ada undangan dari KPU Kota se-Jawa Tengah, perangkat KPU, dan media.

Meet & Greet

Seperti pada umumnya acara meet & greet film Indonesia yang datang ke Semarang, beberapa kali kami hadiri, penyelenggara sudah mempersiapkan acara dengan sangat baik.


Kami baru tahu di sudut ruangan bioskop, bisa digunakan untuk acara. Ketua KPU Jawa Tengah beserta jajaran, termasuk salah satu pemain film yang hadir, mas Tarmizi Abka, memberikan sambutan dan alasan film ini diputar.

Menurut Ketua KPU Provinsi Jateng, Pak Yulianto, 'film ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada generasi muda dan Pemilu menjadi sesuatu yang menggembirakan'.

Ketua KPU Jateng (tengah)


Mas Tarmizi sendiri dalam film ini berperan sebagai salah satu Caleg yang dianggap bermain curang, namun akhirnya memberikan edukasi bahwa Caleg tidak boleh curang dan mau bekerja sama untuk tujuan yang bersama.

Tentang Film Suara April

Tarmizi Abka (pegang mik)

Buat kami yang mengikuti perkembangan Film Indonesia, film Suara April adalah film yang hadir karena sebuah momen. Momen ini tentu saja berhubungan dengan Pemilu 2019. Maka tidak perlu kami tambahkan dalam daftar film Indonesia yang rilis bulan April di sini.

Berdurasi lebih dari satu jam atau 90 menit, film ini berlatar sebuah desa yang bernama Desa Rampang. Seluruh masyarakat di sana sangat apatis terhadap pemilu.

Hingga datanglah seorang relawan penyuluhan yang mensosialisasikan tentang pemilu. Setiap cerita yang disampaikan memiliki permasalahannya masing-masing. Bukan hanya permasalahan pada si relawan, namun juga pemain lain yang akhirnya menemukan benang merah dan berakhir bahagia.

Untuk ulasan film Suara April ini kami akan buat di halaman berikutnya untuk postingan film Indoesia atau Kofindo.

Film yang disutradarai oleh Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo ini membawa sejumlah nama seperti Amanda Manopo, Bio One, Tarmizi Abka, Almarhum Torro Margens dan Dewi Gita.

Langkah KPU mememanfaatkan film sebagai salah satu alat kampanye promosi dan edukasi ini mengingatkan kami pada film Pohon Terkenal yang dibuat Divisi Humas Polri. Kami melihat persamaannya dari sisi instansi yang memanfaatkan film sebagai bagian pemasaran maupun edukasi.

Tidak full


Dari sisi pembuatan, cerita dan unsur-unsur yang dimasukkan seperti komedi dan drama, film ini menarik sekali. Beberapa wajah terkenal juga ikut meramaikan. Film ini benar-benar serius digarap.

Sayangnya, banyak kursi kosong. Mungkin karna momennya sedang sibuk semua atau kurangnya sosialisasi mengundang. Karena kami yakin, film ini tidak akan diputar kembali di bioskop. Atau sebaliknya. Untuk pemutaran di Provinsi Jawa Tengah, Semarang didapuk sebagai tuan rumah.


..

Film Suara April sendiri diproduksi oleh Nightbus Pictures dan Limelight Pictures selaku rumah produksi. Kabar gembiranya, menurut situs nusantarapos.co.id (16/3/19),  film ini dapat diputar kembali oleh masyarakat, seperti komunitas atau lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya.

Tinggal hubungi KPU langsung, baik di daerah maupun KPU Pusat. Tertarik? 

Untuk pemutaran hari Minggu, tanggal 14 April, selain Semarang yang memutar, ada Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bintaro, Serpong dan Jakarta. Lainnya, ada yang tanggal 15 April dan bahkan sebelumnya. Total 34 provinsi yang turut memutar film ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 14 April 2019

Terbaru 2020 - Sudah Tahu, Ada 5 Surat Suara Pemilu 2019

Teknologi Terbaru


Salah satu informasi penting yang kami dapatkan dalam acara FGD bareng KPU Jateng adalah surat suara yang berjumlah 5 kertas. Ada 5 warna setiap lembar surat suara. Apakah kamu ada yang masih belum tahu soal surat suara Pemilu tahun 2019?

Sosialisasi ini penting banget untuk kami dan masyarakat bahwa pemilu sekarang memiliki 5 surat suara. Berikut detail surat dengan warnanya mewakili pilihan yang nanti dicoblos :
  1. Warna Hijau, untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota
  2. Warna Biru, untuk memilih DPRD Provinsi
  3. Warna Kuning, untuk memilih DPR RI
  4. Warna Merah, untuk memilih DPD RI
  5. Warna Abu-abu, untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden
Biar lebih kenal lagi dengan surat suara, simak video berikut ini yang kami bawa dari kanal Youtube BeritaSatu.



Jangan lupa, nyoblos tanggal 17 April 2019.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 13 April 2019

Terbaru 2020 - 14 - 16 April, Hari Masa Tenang Pemilu 2019

Teknologi Terbaru


Mulai hari ini, Minggu (14 April) hingga Selasa (16 April), Pemilu 2019 masuk masa tenang. Aturan ini berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) 23/2018, selama masa tenang peserta pemilu dilarang melaksanakan kampanye dalam bentuk apa pun. 

Termasuk dunia maya, khususnya media sosial. Masa tenang ini berlangsung selama tiga hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara. Pemilu 2019 jatuh pada Rabu, 17 April.

Surat edaran

Informasi ini kami dapatkan langsung dari KPU Jawa Tengah setelah mengikuti acara FGD beberapa waktu lalu yang berbunyi sebagai berikut.

Berdasarkan ketentuan Pasar 298 ayat (4) undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 tahun 2019, Pasar 34 ayat (8) dan Pasal 36 ayat (6) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum sebagaimana telah diubah dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 33 Tahun 2018.

3 Hal terkait masa tenang

Dalam masa tenang Pemilu tahun 2019, ada 3 hal yang perlu diketahui masyarakat.
  1. Peserta pemilu dilarang melaksanakan kampanye dalam bentuk apapun dalam masa tenang.
  2. Alat peraga kampanye harus sudah diturunkan dan dibersihkan oleh peserta pemilu paling lambat 1 (satu) hari sebelum pemungutan suara.
  3. Akun Media Sosial peserta pemilu wajib ditutup pada hari terakhir masa Kampanye.
Masa tenang Pemilu di Medsos

Perhatian besar pada edisi pemilu tahun 2019  di media sosial sangat luar biasa. Dalam situs JawaPos.com yang dipublish  14 April, Kementrian Komunikasi dan Informastika (Kemenkominfo) menyatakan akan bertindak tegas bagi netizen yang nekat berkampanye di masa tenang. Baik buzzer maupun perorangan akan diperlakukan sama.

Bahkan, menurut Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, siapa pun yang nekat berkampanye selama masa tenang akan diblokir akunnya. Tapi sebelum diblokir, pemilik akun akan diberi peringatan terlebih dahulu untuk menghapus konten yang diterbitkan.

Meski begitu, Kemenkominfo tidak meminta agar semua konten kampanye yang sudah terbit di media sosial dihapus. Yang dilarang hanya menyebark kembali konten tersebut.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Selasa, 09 April 2019

Terbaru 2020 - KPU Jawa Tengah Gelar Focus Group Discussion (FGD) Pemilu Serentak 2019 di Era Digital

Teknologi Terbaru


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Focus Discussion (FGD) dengan tema Pemilu Serentak 2019 di era digital yang bertempat di Patra & Convention Hotel, Kamis pagi (4/4). Kami turut hadir dalam daftar undangan sebagai bloger.

Terakhir kali kami mendapatkan undangan dengan tema diskusi soal pemilu pada bulan Desember 2017. Lama sekali. Dan waktu itu penyelenggaranya adalah Panwas Kota Semarang yang mengusung tema sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif.

Kami pikir bakal tidak ada undangan lagi setelah sempat sebelumnya diundang dengan tema pemilu namun karena waktu tidak cocok, gagal mengikuti jadinya.

Apalagi di era digital sekarang ini, bloger tentu bisa terlibat dalam kampanye sosialisasi soal pemilu yang akan berlangsung tanggal 17 April 2019. 

Netizen, Komunitas hingga BEM Kampus


Dalam daftar undangan, selain kami mewakili bloger, hadir pula perwakilan komunitas hingga BEM Kampus di Semarang. Kurang lebih 30 peserta yang hadir. Termasuk rekan-rekan bloger Semarang yang turut meramaikan.

Melawan Hoaks

Dunia maya itu asyik, dunia nyata juga seru. Pikir dulu sebelum gunakan jarimu. Sekali ketik, jejak digital sulit ditarik. Begitulah pesan awal slide persentasi dari pembicara pertama, mas Farid Zamroni dari MAFINDO.


MAFINDO sangat pas membawakan tema pertama ini karena memang konsen soal hoax, seperti arti namanya 'Masyarakat Anti Hoax Indonesia' (MAFINDO). Ini adalah kali pertama pertemuan kami dengan organisasi masyarakat yang dalam visinya ingin bergerak secara independen.

Tinggalkan sejenak seluk beluk MAFINDO, karena kami ingin mengulik sedikit  isi materi selama acara yang dapat kami bagikan lewat blog dotsemarang ini.

Mengapa kita bisa kena Hoaks? Salah satunya yang dianggap paling berpengaruh adalah rendahnya kualitas literasi. Maka tak heran, orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi pun dapat terkena. Lalu, efek polarisasi/eco chambers karena masalah politik dan SARA. Dan terakhir, media partisipan.

Ada 5 alasan motif seseorang menyebarkan hoax. Uang, politik, ideologi, kebencian hingga iseng adalah daftar dari alasan tersebut.

MAFINDO juga memaparkan data-data seputar hoax dan contoh hoax politik. Bahkan dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2018, mereka mendapatkan seribuan hoax yang berhasil dikumpulkan. Paling banyak dibagian ada pada politik, agama dan lainnya.

Untuk mengenali hoax, kita sebaiknya jangan langsung percaya dan dibagikan. Selalu ingat 5W1H, (Why, Who, What, Where, When dan How). 

Bahkan MAFINDO meluncurkan aplikasi untuk melawan hoaks, yakni Hoax Buster Tools yang sudah tersedia di Play Store.

Peran Media Sosial di Tahun Politik


Pembicara kedua datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Ibu Riena Retraningrum.  Beliau selain memaparkan materi, juga mengenalkan akun media sosial yang dikelola Dinas Kominfo Jawa Tengah. Jangan heran di era sekarang, pemerintahan pun menggunakan media sosial seperti kalian.

Materi yang dibawa juga masih menyinggung soal Hoax, dan bagaimana media sosial dapat mengubah pola pikir masyarakat.

Media sosial bermanfaat sekali untuk hal-hal positif, termasuk dalam tahun politik sekarang ini. Menjadi media iklan untuk berpromosi atau menggelar kampanye online.

Jejak digital itu kejam, kawan! Salah satu slide yang menarik untuk direnungi bersama. Jangan sampai media sosial yang kita gunakan menjadi bumerang dan dikenang buruk oleh banyak pengguna.

Soal hoax, menurut data dari situs DailySocial.id tahun 2018 yang dijadikan bahan persentasi, menaruh Facebook diurutan teratas. Disusul WhatsApp ditempat kedua, Instagram, Line dan Twitter.

Hoax juga dapat mempengaruhi pikiran dan sikap seseorang bila dipercayai. Terutama masyarakat yang fanatik, mereka lebih mudah terkena hoax.

Upaya pencegahan dilakukan sebenarnya oleh Kemkominfo hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Masyarakat tak perlu khawatir, karena banyak sekali jalur pelaporan aduan konten. Seperti Twitter @aduankonten atau aduankonten.id. 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap