Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Juni 2019

Terbaru 2020 - ASIK, Aplikasi Kesehatan dari Puskesmas Pudak Payung

Teknologi Terbaru


Yang menarik dari aplikasi ASIK (Aplikasi Kesehatan Usia Produktif) adalah terhubung dengan petugas kesehatan lewat pesan yang ada di dalam aplikasi dan dapat memantau kesehatan pada diri si pengguna.

Sebuah inovasi dikeluarkan pihak Puskesmas Pudak Payung dengan sasaran pengguna remaja atau pemuda yang ada di Kota Semarang. Aplikasi sendiri sudah diperkenalkan pada saat acara Rakerkes 2019 yang turut kami hadiri juga pada saat itu.

Tapi baru kali ini kami posting setelah ikut kunjungan bersama komunitas ke Puskesmas bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang, Selasa (26/6/2019).

Desain yang masih sederhana

Aplikasi ASIK tersedia bagi pengguna Android dengan besaran ukuran 8,8MB. Logo yang digunakan saat kamu mencari di Play Store adalah dua orang remaja, perempuan dan laki-laki.


Meski fitur dan kegunaan lebih penting, saat ini dalam perkembangan aplikasi, desain juga menjadi sangat diperhatikan. Sebenarnya semakin sederhana, semakin nyaman digunakan.

ASIK tampil dengan desain yang sederhana meski yang kami pikirkan bukan desain sederhana itu yang kami pikirkan. Kami pikir di masa depan, aplikasi ini akan terlihat lebih baik. Ini mengingat aplikasi masih akan terus dikembangkan. Hingga tulisan ini kami buat, ASIK masih versi pertama.

Fitur ASIK

Setelah proses mendaftar yang diisi dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan), Nomor BJPJS dan hal biasanya (telepon, nama, tanggal lahir), kita akan disuguhkan 3 tampilan halaman.


Halaman utama berisi catatan kesehatan pengguna, mulai dari berat badan, tinggi, lingkar perut dan tensi. Seperti aplikasi kesehatan pada umumnya, ini sangat penting untuk diisi yang berguna di masa depan kelak.

Di bawahnya tersedia kotak yang di dalamnya terdapat kesehatan, konsultasi, grafik kesehatan, artikel kesehatan, info penyakit dan rating aplikasi.

Bawah terakhir, ada artikel kesehatan yang dapat memberi pengetahuan. Saat kami buka, cukup cepat. Kami pikir di akhir artikel terdapat tombol share yang sangat membantu nantinya. Semoga segera dibuatkan dalam versi terbarunya nanti. Oh ya, artikel sendiri masih diambil dari situs lain.

Halaman kedua terdapat 3 bagian, yang pertama artikel, info penyakit dan peta SarKes. Bila artikel didapat dari penyedia situs lain, info penyakit yang berisi beberapa jenis penyakit dibuat sendiri.

Sedangkan peta Sarkes, pengguna langsung diberi tampilan map yang terdapat ikon lokasi berwarna merah. Mulai dari Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Utama, Apotek, LabKes Daerah dan lainnya. Ini sangat berguna untuk masyarakat Kota Semarang.


Halaman ketiga atau terakhir adalah kesehatanku yang berisi profil pengguna. Ada bio dengan catatan nomor BJPJ, NIK, telpon dan sebagainya. Bawahnya ada catatan kesehatan seperti berat badan, tinggi dan lainnya. Termasuk riwayaat checkup dan grafik checkup.

Aplikasi berbasis wilayah

ASIK versi pertama ini masih menjangkau wilayah yang berhubungan dengan Puskesmas Pudak Payung. Harapan ke depannya, bukan saja dapat digunakan untuk masyarakat seluruh Kota Semarang tapi juga Indonesia. Karena masih terbatas, aplikasi ini dianggap aplikasi berbasis wilayah tentunya.

Upaya menjawab tantangan era industri 4.0

Tidak bisa dipungkiri, memasuki ke era industri 4.0, semua pihak berupaya menjawab tantangan yang dihadapi. Semua menginginkan apa yang dilakukan tampak mudah dan lebih nyaman. Teknologi harus dapat digunakan sebaik mungkin.

Bagaimana denganmu, apakah kamu ikut berupaya menjawab tantangan ini? Apakah sebagai pengguna, penikmat atau pembuat?

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Kamis, 27 Juni 2019

Terbaru 2020 - Puskesmas Pudak Payung Semarang, Kunjungan Pertama dan Mengubah Paradigma

Teknologi Terbaru


Berada di Kecamatan Banyumanik, Puskesmas Pudak Payung terhitung jauh dari kawasan Kota Semarang. Meski begitu, aksesnya dapat ditempuh dengan bus Trans Semarang. Dan harus masuk lagi ke dalam, semacam kawasan perkampungan yang berjarak 750 meter dari jalan utama.

Ini adalah kunjungan kedua ke Puskesmas Semarang, Selasa (26/6). Sebelumnya kami pernah berkunjung ke Puskesman Gayamsari pada bulan November 2017 bersama-sama para bloger dalam rangka kegiatan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Kali ini pun sama, yaitu kegiatan dari Dinkes Semarang. Bedanya dengan sebelumnya adalah kami datang dari komunitas yang dikumpulkan oleh Dinkes sejak awal tahun, semacam forum diskusi. Jadi dalam kunjungan, tidak hanya bloger saja yang hadir. Ada beberapa komunitas yang duduk bersama kami saat beraktivitas.

Puskesmas yang besar



Dibanding sebelumnya, Puskesmas Pudak Payung kami rasa lebih besar atau hanya perasaan kami saja. Kedatangan kami siang hari memang tak dapat melihat langsung bagaimana interaksi masyarakat yang sedang berkunjung (berobat).

Sebenarnya kami bisa saja melihat beberapa ruangan untuk mengeksplore, sayang tujuan kami langsung menuju ruang rapat. Dan langsung disambut oleh Ibu Fitri, promotor Kesehatan.

Saat di ruangan rapat, Puskesmas sudah memiliki akses Wifi yang dapat digunakan. Tentu harus menggunakan password saat memakai jaringannya.

Mengubah paradigma tujuan orang datang ke Puskesmas


Sebenarnya, tujuan kunjungan kami datang selain dapat melihat langsung seperti apa Puskesmas Pudakpayung adalah kegiatan rutin yang digelar Dinas Kesehatan untuk komunitas yang telah dibentuk.

Selama di ruangan, dari pihak Puskesmas sudah menyiapkan bahan persentasi menarik dari program yang sudah dijalankan. Seperti Posyandu Remaja hingga aplikasi Asik. Bagian ini kami taruh di halaman berikutnya.

Untuk aplikasi Asik, kami pikir ini adalah terobosan yang menarik. Meski masih terbatas untuk wilayah, aplikasi yang dilaunching bulan April ini membuat mereka bisa disebut Startup Puskesmas.


Dalam kesempatan ini, pimpinan Puskesmas berharap dapat mengubah paradigma masyarakat yang hanya datang saat sedang sakit. Padahal, orang sehat juga perlu mendatangi Puskesmas. Terutama usia produktif.

Puskesmas saat ini sudah banyak memiliki fasilitas yang lengkap. Maka sangat penting mencatat riwayat kesehatan seperti kadar gula, mengukur tensi, berat badan, lingkar perut dan sebagainya.

Seperti semisalnya pengukuran lingkaran perut guna untuk mengetahui besarnya risiko terhadap penyakit kardiovaskuler.

Ibu Fitri
Foto bersama by Dinkes
...

Dengan visi 'Mewujudkan Masyarakat Hidup Sehat Secara Mandiri', UPTD Puskesmas Pudak Payung terus berinovasi dan berkembang lebih modern. Kami harap dapat berkunjung kembali di masa depan.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Sabtu, 04 Mei 2019

Terbaru 2020 - Dinkes Kota Semarang Gelar Rapat Kerja Dengan Tema Revolusi Industri 4.0

Teknologi Terbaru


Bidang Kesehatan dianggap akan mendapatkan keuntungan besar dari era revolusi industri 4.0. Namun tak sedikit dampak buruknya juga berimbas pada beberapa pekerjaan yang diprediksi akan hilang. Digantikan oleh teknologi.

Senin pagi (29/4), bertempat di Hotel Pesonna Semarang, kami turut hadir dalam acara Rapat Kerja Kesehatan Kota Semarang 2019 yang mengusung tema 'Bergerak bersama Semarang Sehat di Era Revolusi Industri 4.0'.

Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini dihadiri oleh semua pihak dari sektor bidang Kesehatan. Kami sendiri masuk dalam komunitas yang beberapa bulan terakhir sering diajak diskusi oleh Dinas Kesehatan.

Hari pertama


Nggak kebayang bila orang-orang yang bekerja dibidang Kesehatan seperti Puskesmas mendapatkan informasi tentang Revolusi Industri (RI) 4.0. Bahkan, diberikan pemahaman langsung yang terjadi beberapa tahun kemudian. Lalu, bagaimana dengan kita?

Hari pertama, acara lebih banyak diisi materi setelah pembukaan yang dihadiri Wali Kota Semarang, Pak Hendrar Prihadi. Pesan beliau di era RI 4.0 ini adalah

"Jangan sekedar gagah-gagahan karena sudah melaunching program atau aplikasi. Cari tahu apakah masyarakat mengetahui, bisa memakai atau tidak?"

Pak Wali memahami sekali bahwa era sekarang harus mengikuti tren, menghadirkan aplikasi demi kemudahan, tapi menurut beliau, apakah masyarakat mengerti cara menggunakannya. Itu yang penting.

Pembicara pertama datang dari Kementrian Kesehatan yang rupanya diwakilkan salah satu staf. Padahal kami berharap, Ibu Menteri sendiri yang hadir.

Pembicara kedua lagi-lagi diwakili. Seharusnya datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tapi karena berhalangan hadir, beliau diwakilkan saja.

Pembicara terakhir datang dari Kampus UGM, mas Anis Fuad. Sesi terakhir setelah isoma ini mengangkat tema tentang Tantangan dan Peluang bagi Kesehatan Masyarakat.

*Semua materi pembicara di atas, bisa dilihat di Twitter Momen yang kami sematkan di halaman ini.

Hari Kedua


Di tempat yang sama, Selasa pagi (30/4), acara lebih banyak tentang diskusi. Peserta dibagi beberapa kelompok dengan tema pembahasan mulai dari Big Data, Internet of Things, Artificial Intelligence (AI).

Sebelum diskusi perkelompok dimulai, ada sedikit tambahan sesi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang yang mengangkat tema kurang lebih sama seperti hari pertama. Dari sesi ini, beliau banyak menyampaikan bocoran yang bisa digunakan untuk tema diskusi para peserta.

Usai diskusi, tiap perwakilan kelompok diberi waktu untuk mempersentasikan hasil diskusinya. Kelompok pertama, kami berada, berbicara tentang Artificial Intelligence untuk ibu yang sedang mengandung.

Hadirnya komunitas Difabel dikelompok kami, sedikit banyak mempengaruhi tema diskusi yang kami angkat. Aplikasi yang dibuat harus ramah dengan mereka.

Kelompok dua adalah kelompok yang berbicara tentang Internet of Things. Secara garis besar, bagaimana dalam prakteknya ada Toilet yang dapat mengukur kesehatan saat digunakan.

Meski ini sangat menarik dan menambah kesan suasana lebih menarik, implementasi kelompok dua ternyata sudah ada beberapa perusahaan yang membuat kurang lebih sama dengan apa yang ingin dicapai.

Kelompok tiga, bagaimana semua informasi menjadi satu di dalam server yang ditaruh. Semua terhubung satu sama lain.

Live event

Ini adalah kumpulan live tweet dari akun @livedotsemarang selama acara berlangsung. Kami harap dapat membuat halaman yang lebih spesifik. Semoga saja. Silahkan simak berikut ini.


...

Era Revolusi Industri 4.0 mau tidak mau harus diperhatikan sekarang ini, terutama kita yang masih cuek dengan perkembangan teknologi.

Orang-orang Kesehatan sudah membicarakannya, merencanakan masa depan, dan mengimplementasikan bagaimana teknologi akan membantu bidang Kesehatan di masa depan.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Minggu, 31 Maret 2019

Terbaru 2020 - GERBANG KULIAH: Inovasi Kesehatan Lingkungan Demi Mewujudkan Kecamatan Gunungpati Semarang Bebas Sampah Tahun 2020

Teknologi Terbaru


Masalah sampah selalu jadi dilema. Termasuk jumlah sampah yang ada di Kota Semarang. Bahkan menurut data, jumlah sampah dalam sehari bisa mencapai 1.400 ton. Sebuah solusi coba diberikan dengan tujuan dapat mengurangi jumlah sampah tersebut.

Jumat siang (29/3), kami mendengarkan persentasi mas Saiful Bahri, A.Md dari Puskesmas Gunungpati,  salah satu peserta yang ikut berpartisipasi dalam rangka pengenalan program inovasi dari tenaga kesehatan (nakes) teladan Kota Semarang.

Kegiatan ini sendiri dilaksanakan di rumah makan sederhana yang berada di jalan Pandanaran Semarang. Ruang lingkupnya lebih tentang sanitasi, sebuah usaha kesehatan yang menitikberatkan kegiatan kepada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Terutama fokus pada wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunung Pati.

Jumlah sampah Semarang yang mengkhawatirkan

Sebelum bicara tentang inovasi yang disampaikan, kami tertarik dengan jumlah data sampah Kota Semarang yang begitu besar.


Dari data yang kami ambil dari slide persentasi, jumlah penduduk Kota Semarang yang mencapai 1,8 juta rupanya membawa sampah sekitar 1,4 ton dalam sehari. Membayangkan dalam sebulan itu mengerikan sekali tentunya.

Dengan data tersebut, tentu semua pihak harus berkolaborasi memecahkan masalah. Mas Saiful Bahri adalah salah satu orang yang mencoba mengatasinya dengan cara, setidaknya dapat mengurangi jumlahnya. Pasti sulit sekali menyelesaikan sampah.

Mengambil lokasi 11 kelurahan yang merupakan wilayah binaan UPTD Puskesmas Gunungpati, inovasi ini dilakukan. Konsentrasi masalah yang diangkat adalah sampah rumah tangga.

Sampah rumah tangga sendiri terdiri dari sampah organik yang mudah terurai seperti sisa sayuran, sampah dapur dan sampah non organik yang sulit terurai seperti plastik, botol, kaleng dan lainnya.

Cara pengelolaan sampah yang dianggap kurang baik, seperti contoh yang diambil dari data bahwa kebanyakan sampah dibakar ternyata memberi kontribusi dalam terjadinya perubahan iklim.

GERBANG KULIAH

GERBANG KULIAH ini bukan artinya pintu masuk sebuah perguruan tinggi, melainkan sebuah Inovasi yang memiliki singkatan 'Gerakan tidak Buang Air Besar Sembarangan dan Komunitas Peduli Sampah'.

Inovasi ini dihadirkan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya di wilayah kerja UPTD Puskesma Gunungpati dengan harapan Kelurahan Bebas Sampah di Tahun 2020.

Dalam inovasi ini, konsentrasi permasalahan mengambil 4 pilar STMB (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang totalnya ada 5 pilar dengan fokus pada pengelolaan sampah rumah tangga.

5 pilar STMB seperti berikut ini :
  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS)
  3. Pengamanan Air Minum Rumah Tangga
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
  5. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga 
Lalu, apa saja yang dibawa dalam inovasi Gerbang Kuliah?  Ada 3 yang dimasukkan, berikut ini :
  1. Gerakan 1 Kelurahan 1 bank Sampah
  2. Wirausaha Sanitasi Tong Komposter
  3. Pendataan melalui aplikasi SIKEMPLING (Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat dan Penyehatan Lingkungan). Aplikasi ini adalah aplikasi Dinas Kesehatan Kota Semarang mengenai 5 pilar STMB.
Waktu yang digunakan dalam penggunaan inovasi ini dilakukan dari tahun 2017 dan akan berakhir pada tahun 2020. 


Gerakan 1 Kelurahan 1 bank Sampah diharapkan dapat mengurangi sampah yang ada di wilayahnya 1,1 ton perminggu. Dalam membentuk 1 Kelurahan 1 bank Sampah, dilakukan beberapa tahapan seperti
  1. Sosialisasi bank sampah
  2. Membentuk pengelola bank sampah
  3. Melatih pengelola
  4. Menyiapkan kelengkapan
  5. Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul)
  6. Promosi berdirinya bank sampah
  7. Tabungan sampah
  8. Melakukan Monev (monitorong evaluasi)
Wirausaha sanitasi tong komposter

Ini paling menarik. Komposter yang merupakan sebuah metode pengolahan sampah organik menjadi kompos yang kemudian bisa digunakan sebagai pupuk dibuat sendiri oleh mas Bahri dengan mengemas tong yang sudah jadi lalu dimodifikasi.


Tong Komposter sudah dibuat sebanyak 39 buah dan didistribusikan ke konsumen sejak tahun 2018 sampah dengan Februari 2019. Bahkan sekarang, permintaan komposter buatannya banyak diminati masyarakat hingga di luar kota.

Metode pembuatan komposter ini berhasil menurunkan angka jumlah sampah dalam seminggu yang berada di daerah Puskesmas Gunung Pati yang memiliki segmen 11 kelurahan. sekitar 3, 85 ton perminggunya.

...

Dengan inovasi ini wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunungpati Semarang mengalami pengurangan jumlah sampah (organik dan anorganik) sebanyak 4,95 ton dalam seminggu.

Bisa dibayangkan bila inovasi ini diterapkan diberbagai wilayah di Kota Semarang. Jumlah sampah Kota Semarang dapat berkurang drastis.

Kami percaya apa yang dilakukan dengan niat baik, akan membuahkan kebaikan lain, meski itu sulit. Kuliah (Komunitas Peduli Sampah) yang menjadi sebuah inovasi sebagai upaya untuk kesehatan lingkungan yang ada di UPTD Puskesmas Gunung Pati pasti akan berhasil mewujudkan impian tersebut.

Kecamatan yang bebas sampah di tahun 2020. Sehingga terwujudnya Kelurahan STMB lewat Kampung bersih sehat berbasi KULIAH.

Tertarik dengan inovasi kesehatan ini? Hubungi mas Saiful di Instagram @ipungkrwng

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Senin, 25 Maret 2019

Terbaru 2020 - Semarang Smart Health ?

Teknologi Terbaru


Dengan tempat yang berbeda, namun orang-orang yang sama, kumpul komunitas edisi kedua yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Semarang kembali hadir. Bila yang pertama masih dihabiskan dengan sesi perkenalan, kali ini lebih banyak bicara tema.

Bertempat di Basilia Cafe & Dine, acara Rabu sore (20/3) itu dilaksanakan. Pembahasan kali ini lebih serius dengan tema Semarang Smart Health. Sebagai kota yang mendapatkan penghargaan Kota Sehat, dan program Semarang Smart City, Smart Health jadi sebuah harapan untuk terus menjadikan Semarang Semakin Hebat (tagline).

Smart healt

Disebutkan dalam artikel activeadvice.eu, saat ini kehidupan sehari-hari kita dipengaruhi berbagai teknologi baru. Sistem perawatan kesehatan saat ini juga telah mengakui keuntungan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Perawatan kesehatan yang cerdas atau smart healthcare didefinisikan oleh teknologi yang mengarah pada alat diagnostik yang lebih baik, perawatan yang lebih baik untuk pasien, dan perangkat yang meningkatkan kualitas hidup bagi siapa pun dan semua orang.

Konsep kunci dari smart health termasuk layanan eHealth dan mHealth, manajemen catatan elektronik, layanan rumah pintar dan perangkat medis yang cerdas dan terhubung. Istilah mHealth adalah kependekan dari kesehatan seluler.

Semarang Smart health

Dalam hubungannya dengan Kota Cerdas atau Smart City, untuk mewujudkannya juga harus memikirkan masyarakatnya. Smart health yang coba dimasukkan dalam diskusi kami merupakan bagian dari Smart City yang sedang dikembangkan Kota Semarang.

Bila kita buka situs smartcity.semarangkota.go.id, kesehatan masuk dalam kategori Smart Society. Di sana, kita akan menemukan beragam informasi seperti kamar tersedia, data rumah sakit, data puskesmas, Ambulan Hebat dan sebagainya.

Semarang smart health yang sedang kami bicarakan sudah terlihat beberapa kerangkanya. Bahkan DinKes Kota Semarang memiliki banyak alat yang sudah terhubung teknologi, seperti aplikasi dan sebagainya.

Seperti apa Semarang smart health ini, kami pun belum mengetahui seperti apa kedepannya. Yang pasti diskusi ini sedang mencari apa yang bisa dikemas dan dihasilkan untuk menuju smart health tersebut.

Sebuah slide menarik dari akun slideshare milik Okty Nindyati yang membahas smart health cukup menarik untuk diketahui berikut ini. Semoga kamu yang nyasar di sini, sedikit membantu gambaran tentang tema ini.



...

Diskusi akan berlanjut diwaktu berikutnya. Mungkin pertemuan ketiga besok, kami bisa melihat lebih jelas tentang Smart Health yang coba dibawa Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam diskusi bersama komunitas.


Sebagai bloger, kami lebih melihat informasi apa yang dapat kami bantu sebarkan untuk mendapatkan feedback. Ditunggu artikel berikutnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap